Selasa, 08 Mei 2012

MANAJEMEN JEPANG DAN MANAJEMEN AMERIKA
A.      PENGERTIAN MANAJEMEN
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
B.      MANAJEMEN JEPANG
Karakteristik yang menonjol dari manajemen gaya Jepang adalah efektivitas, efesiensi, produktivitas tinggi dan keuletan kerja. Sebenarnya orang Jepang sendiri mengakui bahwa sebagian kesuksesan mereka diperoleh dengan mempelajari teknik dan konsep manajemen barat terutama dari USA.
ELEMEN DASAR MANAJEMEN GAYA JEPANG
Manajemen Jepang berasal dari tradisi ZEN dan SAMURAI, tradisi inilah yang membuat gaya Jepang menjadi unik. Ada 4 elemen (dasar) utama yang membentuk dasar manajemen Jepang yaitu :
a)        Kebersamaan / Kolektivitas dalam kelompok
Ini merupakan aspek terpenting dalma budaya Jepang dimana individu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kelompok dan kelompok merupakan unit social yang utama.
Tanpa dukungan kelompok, seorang pemimpin akan sulit mencapi tujuannya. Dalam kelompok terdapat unsure untuk mempertahankan efektivitas dan morals (semangat kerja) anggota kelompoknya.
b)        Kesamaan/ Homogenitas
Dibentuk oleh letak geografis yang menyendiri, terpisah dari daratan atau benua lain. Isolasi oleh laut di sekelilingnya pernah membuat Jepang menutup diri dari dunia luar selama berabad-abad dan ini menimbulkan rasa kesamaan, saling pengertian, dan saling mempercayai sesame bangsa Jepang.
Istilah ISHIN DENHIN yang berarti  : paham tanpa perlu diucapkan (taoid understanding) atau NAA NAA NI YARU yang berarti tanpa ikatan yang formal, cukup atas dasar kepercayaan, adalah istilah umum yang dipergunakan dalam praktek bisnis sehari-hari.
c)         Falsafah CONFUSIUS
Falsafah CONFUSIUS yang sudah  dikontrol Jepang sejak abad ke-4. Falsafah ini diajarkan kepada kaum SAMURAI (kaum pendekar Jepang) selama kurang lebih 300 tahun sampai dengan tahun 1868. Meskipun falsafah CONFUSIUS tidak lagi diajarkan pada sekolah dimasa kini namun falsafah ini telah mengakar dalam keluarga Jepang dan mendasari gaya hidup mereka.
d)        Tingkat pendidikan rakyat Jepang yang rata-rata tinggi:
90% penduduk Jepang telah melewati pendidikan tinggi menengah dan 30% pendidikan tinggi di Universitas. Tingkat pendidikan yang tinggi ini merupakan salah satu kunci sukses PENGENDALIAN MUTU DALAM KELOMPOK (QUALITY CONTROL CIRCLES) yang memerlukan penguasaan control statistic dan  teknis persoalan.
                 I.            Ciri-ciri Manajemen Jepang
Sistem kerja seumur hidup
Evaluasi dan promosi lama
Sistem bonus dan kemudahan kerja
Karier tidak berdasarkan spesialisasi
Mekanisme pengawasan oleh anggota kelompok
Proses pengambilan keputusan: ringi (dari tingkat bawah)
Tanggung jawab kelompok dalam manajemen
Keterlibatan seluruh orang (konsumen, suplayer, orang tua pegawai).
               II.            Keunggulan Dan Kelemahan Manajemen Jepang
Ø  Keunggulan
sistem tersebut di atas untuk meningkatkan semangat kerja tim bagi perusahaan terutama dalam menciptakan basis yang kuat. Pondasi ini dibuat bahkan diperkuat dengan fakta bahwa dalam perusahaan Jepang tidak ada hirarki status atau posisi di mana manajer, eksekutif, sopir, dan pekerja semuanya makan dengan makanan yang sama di kantin yang sama. Dampaknya adalah terbuka secara vertikal antara manajer dan para pekerja dan juga secara herizontal di antara anggota yang berbeda bagian atau golongan.
Manajemen Jepang pada hakekatnya menitikberatkan karyawan sebagai modal utama dan yang terpenting dalam organisasi.
Ø  Kelemahan Manajemen Jepang
Tanggung jawab kolektif hal ini bisa membuat pekerja melempar tanggung jawab karena bukan tanggung jawab individu
C.      MANAJEMEN AMERIKA
                                I.            Ciri-Ciri Manajemen Amerika
Sistem kerja jangka pendek
Evaluasi dan promosi cepat
Sistem bonus dan upah berdasarkan produktivitas
Karier berdasarkan spesialisasi
Mekanisme pengawasan: hierarki
Pengambilan kepusan oleh pimpinan
Tanggung jawab individual
                              II.            Kelemahan Dan Keunggulan Manajemen Amerika
Ø  Keunggulan Manajemen Amerika
Tanggung jawab diberikan secara perorangan dan mengakui prestasi kerja, dengan adanya tanggung jawab ini maka karyawan bebas menggunakan ketrampilan yang dimilikinya
Ø  Kelemahan Manajemen Amerika
Pengambilan keputusan yang secara individual. Walaupun tidak memakan banyak waktu namun tingkat keberhasilannya kecil karena tidak dilakukan secara terbuka
Manajemen Amerika lebih menekankan pada individu
D.      KESIMPULAN
Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Gaya manajemen  yang digunakan, bergantung pada bergantung pada Organisasi tersebut, yang diutamakan adalah Tujuan akhirnya apakah sudah sesuai dengan yang  diinginkan atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar