MANAJEMEN JEPANG DAN MANAJEMEN AMERIKA
A.
PENGERTIAN MANAJEMEN
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan
manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini
berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain
untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen
sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif
dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
B.
MANAJEMEN JEPANG
Karakteristik yang menonjol dari manajemen gaya
Jepang adalah efektivitas, efesiensi, produktivitas tinggi dan keuletan kerja.
Sebenarnya orang Jepang sendiri mengakui bahwa sebagian kesuksesan mereka
diperoleh dengan mempelajari teknik dan konsep manajemen barat terutama dari
USA.
ELEMEN DASAR MANAJEMEN GAYA JEPANG
Manajemen Jepang berasal dari tradisi ZEN dan
SAMURAI, tradisi inilah yang membuat gaya Jepang menjadi unik. Ada 4 elemen
(dasar) utama yang membentuk dasar manajemen Jepang yaitu :
a)
Kebersamaan / Kolektivitas dalam kelompok
Ini
merupakan aspek terpenting dalma budaya Jepang dimana individu adalah bagian
yang tidak terpisahkan dari kelompok dan kelompok merupakan unit social yang
utama.
Tanpa dukungan kelompok, seorang pemimpin akan
sulit mencapi tujuannya. Dalam kelompok terdapat unsure untuk mempertahankan
efektivitas dan morals (semangat kerja) anggota kelompoknya.
b)
Kesamaan/ Homogenitas
Dibentuk
oleh letak geografis yang menyendiri, terpisah dari daratan atau benua lain.
Isolasi oleh laut di sekelilingnya pernah membuat Jepang menutup diri dari
dunia luar selama berabad-abad dan ini menimbulkan rasa kesamaan, saling
pengertian, dan saling mempercayai sesame bangsa Jepang.
Istilah ISHIN DENHIN yang berarti : paham tanpa perlu diucapkan (taoid
understanding) atau NAA NAA NI YARU yang berarti tanpa ikatan yang formal,
cukup atas dasar kepercayaan, adalah istilah umum yang dipergunakan dalam praktek bisnis sehari-hari.
c)
Falsafah CONFUSIUS
Falsafah CONFUSIUS yang sudah dikontrol Jepang sejak abad ke-4. Falsafah
ini diajarkan kepada kaum SAMURAI (kaum pendekar Jepang) selama kurang lebih
300 tahun sampai dengan tahun 1868. Meskipun falsafah CONFUSIUS tidak lagi
diajarkan pada sekolah dimasa kini namun falsafah ini telah mengakar dalam
keluarga Jepang dan mendasari gaya hidup mereka.
d)
Tingkat pendidikan rakyat Jepang yang rata-rata
tinggi:
90% penduduk Jepang telah melewati pendidikan
tinggi menengah dan 30% pendidikan tinggi di Universitas. Tingkat pendidikan
yang tinggi ini merupakan salah satu kunci sukses PENGENDALIAN MUTU DALAM
KELOMPOK (QUALITY CONTROL CIRCLES) yang memerlukan penguasaan control statistic
dan teknis persoalan.
I.
Ciri-ciri Manajemen Jepang
Sistem kerja
seumur hidup
Evaluasi dan
promosi lama
Sistem bonus
dan kemudahan kerja
Karier tidak
berdasarkan spesialisasi
Mekanisme
pengawasan oleh anggota kelompok
Proses
pengambilan keputusan: ringi (dari tingkat bawah)
Tanggung
jawab kelompok dalam manajemen
Keterlibatan
seluruh orang (konsumen, suplayer, orang tua pegawai).
II.
Keunggulan Dan Kelemahan Manajemen Jepang
Ø Keunggulan
sistem
tersebut di atas untuk meningkatkan semangat kerja tim bagi perusahaan terutama
dalam menciptakan basis yang kuat. Pondasi ini dibuat bahkan diperkuat dengan
fakta bahwa dalam perusahaan Jepang tidak ada hirarki status atau posisi di
mana manajer, eksekutif, sopir, dan pekerja semuanya makan dengan makanan yang
sama di kantin yang sama. Dampaknya adalah terbuka secara vertikal antara
manajer dan para pekerja dan juga secara herizontal di antara anggota yang berbeda
bagian atau golongan.
Manajemen Jepang pada hakekatnya menitikberatkan karyawan
sebagai modal utama dan yang terpenting dalam organisasi.
Ø Kelemahan Manajemen
Jepang
Tanggung jawab kolektif hal ini bisa membuat pekerja
melempar tanggung jawab karena bukan tanggung jawab individu
C. MANAJEMEN AMERIKA
I.
Ciri-Ciri Manajemen Amerika
Sistem kerja
jangka pendek
Evaluasi dan
promosi cepat
Sistem bonus
dan upah berdasarkan produktivitas
Karier
berdasarkan spesialisasi
Mekanisme
pengawasan: hierarki
Pengambilan
kepusan oleh pimpinan
Tanggung
jawab individual
II.
Kelemahan Dan Keunggulan Manajemen Amerika
Ø Keunggulan Manajemen
Amerika
Tanggung jawab diberikan secara perorangan dan mengakui prestasi kerja,
dengan adanya tanggung jawab ini maka karyawan bebas menggunakan ketrampilan
yang dimilikinya
Ø Kelemahan Manajemen
Amerika
Pengambilan keputusan yang secara individual. Walaupun tidak memakan banyak
waktu namun tingkat keberhasilannya kecil karena tidak dilakukan secara terbuka
Manajemen Amerika lebih menekankan pada individu
D.
KESIMPULAN
Manajemen merupakan proses
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya
untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Gaya
manajemen yang digunakan, bergantung
pada bergantung pada Organisasi tersebut, yang diutamakan adalah Tujuan
akhirnya apakah sudah sesuai dengan yang
diinginkan atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar